Beton Berpori | Solusi Untuk Meningkatkan Daerah Resapan

Beton Berpori | Solusi Untuk Meningkatkan Daerah Resapan

Beton Berpori-elmu sipil

Masalah yang datang ketika suatu tempat di lakukan pembetonan adalah jalur air yang akan tertutup. Air hujan pada kawasan tersebut pun akan langsung mengalir ke drainase atau sungai di sekitar tanpa menyerap ke dalam tanah. Tanpa adanya penanganan serius kawasan tersebut akan menjadi banjir. Namun sekarang masalah tersebut dapat diselesaikan karena adanya inovasi beton berpori.

Berbeda dengan beton konvensional, beton ini mempunyai rongga-rongga sehingga dapat mengalirkan air melalui pori-pori beton ke dalam tanah. Tidak menimbulkan genangan air di permukaan. Sebuah solusi terkini untuk mengatasi banjir, khususnya di daerah perkotaan. Disamping sebagai solusi untuk mengatasi masalah banjir beton ini juga akan memberikan dampak yang besar di bidang keamanan jika diaplikasikan di jalan untuk menggantikan aspal.

Baca Juga, Keunggulan Hebel untuk Membangun Rumah Anda

Beton Berpori-elmu sipil

Bahan baku beton berpori khusus ini tidak berbeda dengan produk beton. Hanya saja, teknologi inovasi yang diciptakan para insinyur Semen Indonesia membuat teksturnya bisa berongga. Tidak padat seperti pada umumnya. Membuat rongga pada beton, bukan perkara mudah. Pasalnya, jamak diketahui bahwa kekuatan sebuah beton berbanding lurus dengan kepadatan masa penyusun. Nah, jika berongga, sudah pasti daya tahan terhadap tekanan juga berkurang. Ruang kosong itu akan diisi tekanan yang pada akhirnya membuat beton retak atau pecah.

Baca Juga, Perbedaan Jalan Aspal dengan Jalan Beton

Kelebihan beton berpori khusus adalah

  1. Dapat menyalurkan air ke dalam tanah sehingga pengelolaan air hujan menjadi lebih baik.
  2. Membantu menambah cadangan penyimpanan air tanah.
  3. Mengurangi kelicinan pada jalan saat hujan, serta membantu peresapan air walau perkerasan menutupi pohon.
  4. Beton berpori khusus dapat diaplikasikan untuk membuat perkerasan jalan, struktur parkiran, paving taman, trotoar, dan lain sebagainya.
  5. Hemat biaya – mengurangi beban saluran pembuangan air dan biaya perawatan
  6. Berkelanjutan – menekan risiko pencemaran tanah. Pada saat air menginfiltrasi tanah, sejumlah besar polusi seperti nitrogen, metal, dan polutan berfosfor akan disaring
  7. Ramah lingkungan – menurunkan suhu permukaan beton karena warnanya yang muda dan rasio void-nya yang tinggi, ThruCrete dapat membantu menyerap dan menyimpan lebih sedikit panas dibanding sistem perkerasan beton lainnya

Apakah anda pernah membuat atau mengerjakan proyek Beton Berpori juga ? Yuk ceritakan pengalamannya di komentar agar rekan – rekan yang lain pun tau

Sumber :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *