Agregat Kasar Untuk Campuran Beton

Agregat Kasar Untuk Campuran Beton

Agregat Kasar Untuk Campuran Beton

Agregat merupakan komponen beton yang paling berperan dalam menentukan besarnya. Agregat menurut asalnya dapat dibagi dua yaitu agregat alami yang diperoleh dari sungai (kerikil) dan agregat buatan yang diperoleh dari batu pecah (kericak).

Keutamaan agregat dalam peranannya di dalam beton :

  • Menghemat penggunaan semen Portland
  • Menghasilkan kekuatan besar pada beton
  • Mengurangi penyusutan pada pengerasan beton
  • Dengan gradasi agregat yang baik dapat tercapai beton yang padat

Kerikil sungai dan kerikil pantai biasanya bebas dari zatzat yang tercampur, permukaannya licin dan bentuknya lebih bulat. Hal ini disebabkan karena pengaruh air. Butir-butir kerikil alam yang kasar akan menjamin pengikatan adukan lebih baik.

Baca Juga, Jenis – Jenis Pasir dan Menentukan Kualitasnya

Batu pecah (kericak) adalah agregat kasar yang diperoleh dari batu alam yang dipecah, berukuran 5-70 mm. Panggilingan/pemecahan biasanya dilakukan dengan mesin pemecah batu (Jaw breaker/ crusher).

Menurut ukurannya, kerikil/kericak dapat dibedakan atas;

  1. Ukuran butir : 5 – 1 0 mm disebut kerikil/kericak halus,
  2. Ukuran butir : 10-20 mm disebut kerikil/kericak sedang,
  3. Ukuran butir : 20-40 mm disebut kerikil/kericak kasar,
  4. Ukuran butir : 40-70 mm disebut kerikil/kericak kasar sekali.
  5. Ukuran butir >70 mm digunakan untuk konstruksi beton siklop (cyclopen concreten).

Pada umumnya yang dimaksud dengan agregat kasar adalah agregat dengan besar butir lebih dari 5 mm. Sebagai bahan adukan beton, maka agregat harus diperiksa secara lapangan.

Baca Juga, Gedung di Jakarta Masuk 10 Menara Tertinggi Di Dunia

Hal-hal yang dapat dilakukan dalam pemeriksaan agregat halus di lapangan adalah :

Agregat Kasar Untuk Campuran Beton

  1. Agregat harus terdiri dari butir-butir keras dan tidak berpori. Agregat kasar yang mengandung butir-butir pipih hanya dapat dipakai, apabila jumlah butir-butir pipih tersebut tidak melebihi 20% dari berat agregat seluruhnya. Butir-butir agregat kasar harus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh-pengaruh cuaca.
  2. Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1% (ditentukan terhadap berat kering). Apabila kadar lumpur melampaui 1%, maka agregat kasar harus dicuci.
  3. Agregat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusak beton, seperti zat-zat yang relatif alkali.
  4. Besar butir agregat maksimum tidak boleh lebih dari pada 1/5 jarak terkecil antara bidang-bidang samping cetakan, 1/3 dari tebal pelat atau 3/4 dari jarak bersih minimum batang-batang tulangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *