Cara Ngecek Kualitas Plesteran Dinding

Cara Ngecek Kualitas Plesteran Dinding

1-21

Pekerjaan tahap finishing memang sangat membutuhkan ketelitian terlebih lagi pengerjaan dinding atau ( Plesteran ). Pekerjaan plesteran dinding merupakan pekerjaan yang harus dikerjakan dengan rapi, lurus, tegak lurus, dan tidak bergelombang. Untuk mengerjakan pekerjaan ini harus dilakukan oleh tukang batu yang sudah ahli dan berpengelaman. Sebagai Seorang Engineer Sipil kita haru mengetahui cara mengetahui kualitas dari hari pengerjaan tukang dilapang itu seperti apa.

Lalu seperti apa plesteran yang kurang baik kualitas nya ?? berikut contoh nya :

  1. Permukaan tidak rata alias bergelombang, cara mengeceknya malam hari tanpa lampu dengan disorot menggunakan lampu senter;
  2. Tidak tegak lurus 90 derajat, akan terlihat pada sudut ruangan.
  3. Pekerjaan plesteran yang kurang baik akan mengakibatkan boros penggunaan semen ketika mengerjakan acian, dan pekerjaan acian akan ikut bergelombang.

Oleh sebab itu agar Plesteran yang dihasilkan ingin berkualitas bagus maka pekerjaannya harus dikerjakan oleh tukang yang sudah ahli. Pekerjaan plesteran dan acian yang bergalombang tidak akan nyaman dipandang mata setelah dilakukan finishing cat.

Berikut cara mengerjakan pekerjaan plesteran agar berkualitas baik :

  1. Basahi permukaan dinding batu bata dengan menggunakan sampai basah dan merata, harus menggunakan air bersih agar tidak menyebabkan jamur nantinya bila menggunakan air kotor
  2. Buat adukan untuk plesteran sesuai dengan perbandingan material yang di inginkan
  3. Pemasangan benang dan pengukuran pada waktu membuat kepala plesteran harus dilakukan dengan cermat. Kepala plesteran sangat penting dikerjakan dengan benar, ketebalan, rata samping, dan tegak lurusnya untuk menghasilkan plesteran yang baik
  4. Mengerjakan plesteran harus menunggu kepala plesteran mengeras, minimum 1 hari setelah pembuatan kepala. Banyak tukang yang melanggar ketentuan ini untuk mengejar target borongan
  5. Mengerjakan pekerjaan kepala plesteran sebaiknya dilakukan secara menyeluruh agar pengerasannya sempurna
  6. Diantara kepalaan sebaiknya jangan langsung dengan plesteran tebal, tapi harus dengan plesteran tipis dulu (kamprotan), hal ini penting agar plesteran menyatu dengan bata merah;
  7. Gunakan mistar aluminium untuk membuat kepala dan menghaluskan plesteran, jauhkan gosokan kayu yang biasa digunakan tukang batu tradisional.

Demikian sebuah metode cara plesteran dinding yang baik dan tentunya banyak juga yang selain dari metode ini yang dipakai para tukang untuk lebih mempermudah pengerjaannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *