Perbandingan Konstruksi Beton atau Baja

Perbandingan Konstruksi Beton atau Baja

Concrete-vs-Steel-Construction
 

Material konstruksi yang paling populer saat ini adalah baja dan beton. Ke dua material ini merupakan komponen utama dari bangunan-bangunan di dunia, khususnya bangunan tinggi. Diantara kedua material tersebut, mana yang lebih baik untuk bahan bangunan? adalah sebuah pertanyaan yang tidak bisa diberikan jawaban secara mutlak. Kedua jenis material tersebut memiliki keunggulan, baik dari sifat-sifatnya atau karakternya, sisi ekonomi, sampai pada pertimbangan aspek lingkungannya. berikut merupakan beberapa kekurangan dan keunggulan dari kedua material tersebut :

1. Keamanan

Beton :

Material beton merupakan material yang aman jika dikaitkan dengan bahaya benturan, api dan angin. Hal ini berkaitan dengan karakternya yang berat dan kaku. Dengan design yang baik, beton juga dapat memenuhi kriteria yang diharapkan untuk keperluan ketahanan terhadap gempa bumi.

Baja :

Keunggulan baja berkaitan dengan beban gempa, angin dan beban-beban dinamis lainnya. Ini didapat dari sifat materialnya yang sangat daktail, di mana baja mampu berdeformasi dengan besar tanpa langsung runtuh, sehingga mampu menyerap energi dinamis dengan sangat baik.

2. Kekuatan

Beton :

Beton mempunyai kekuatan maksimal adalah sekitar 100 Mpa.

Baja :

Baja jauh lebih unggul. Dapat kita ambil contoh untuk baja jenis BJ37, dengan fy sekitar 240 Mpa dan fu sekitar 370 Mpa. Melihat dari data ini saja, dapat dikatakan baja ini 3 kali lebih kuat dari beton.

3. Harga

Beton :

Harga material beton relatif mahal karena suatu pengerjaan yang lama membuat harga pekerja membengkak.

Baja :

Baja memiliki kemudahan dalam penggunaan, artinya waktu yang dibutuhkan untuk membangun akan lebih cepat. Hal ini akan menghemat lebih banyak biaya daripada beton. Anda dapat melihat buktinya pada banyak bangunan, misalnya gedung maupun jembatan. Banyak perusahaan konstruksi, yang lebih memilih menggunakan baja.

4. Waktu Pelaksanaan

Beton :

Khusus untuk beton cast in place, waktu pelaksanaan konstruksi relatif lebih panjang. Tetapi dewasa ini dapat ditanggulangi dengan adanya beton precast.

Baja :

Dilihat dari waktu pelaksanaan, struktur baja adalah “pilihan masa depan”. Dengan sistem fabrikasi off site, waktu dan mutu bisa lebih terkendali. Waktu konstruksi on site bisa dikurangi, sehingga biaya konstruksi bisa ditekan.

5. Berat Bahan

Beton :

Berat jenis beton yaitu 2.400 kg/m3

Baja :

Berat jenis Baja yaitu 7.850 kg/m3

6. Fleksibilitas Design

Beton :

Mengingat sifat beton yang mudah dibentuk, sehingga banyak dijumpai bangunan struktur beton dengan nilai estetis yang sangat tinggi.

Baja :

Dilihat dari fleksibilitas, material baja memang relatif lebih sulit untuk dibentuk. Namun material baja dengan keunggulan kekuatan dan finishingnya yang beragam, bisa dijadikan suatu karya seni yang fenomenal. Menara-menara pencakar langit maupun jembatan baja dengan rangka atau kabel, merupakan suatu karya yang menakjubkan.

Penelitian dan teknologi kedua jenis material ini terus berkembang dan mungkin tidak akan pernah berhenti, bahkan bisa dikatakan bahwa perkembangan dari kedua material ini baru berkembang. Ambil contoh pada teknologi beton mutu tinggi, beton kedap air, beton ringan, dan lain-lain. Demikian juga halnya dengan baja, berbagai teknologi semakin maju, misalnya penggunan baja struktur mutu tinggi, kabel-kabel prategang, sampai baja ringan yang mulai populer.

Jadi pertanyaan “mana yang lebih baik” diantara keduanya, tentu tidak relevan untuk diajukan. Masing-masing memiliki kekurangan dan keunggulan, bahkan sering kali keduanya digunakan secara bersamaan untuk memperoleh struktur yang optimal dari berbagai aspek pertimbangan.

Keputusan pemilihan bahannya diserahkan kembali kepada para pengguna / engineer nya nanti dalam penerapan disuatu proyek dengan berbagai kondisi tertentu juga.

One thought on “Perbandingan Konstruksi Beton atau Baja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *