Apa itu Post-Tensioning Slab ?

Apa itu Post-Tensioning Slab ?

Post-Tensioning Slab
Post-Tensioning Slab adalah suatu metode dalam pemberian tegangan internal pada beton pelat lantai, di mana pemberian tegangan dilakukan setelah beton dicor dan memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan tegangan yang diberikan. Pemberian tegangan tersebut dilakukan dengan cara menarik tendon dengan alat penarik. Setelah penarikan tendon mencapai tegangan yang direncanakan, tendon diangkur agar tegangan yang dihasilkan tetap ada.

Keunggulan Teknis dan Pelaksanaan PT Slab

Teknologi PT Slab memiliki beberapa keunggulan secara teknis dan pelaksanaan. Dari beberapa referensi, dapat disimpulkan yang utama antara lain:

  • Bentang Lebih Panjang. PT memungkinkan pelat dengan bentang yang lebih panjang sehingga dapat mengurangi jumlah kolom dan memperbesar area lantai.
  • Berkurangnya Tinggi Antar Lantai. Untuk beban hidup yang sama, pelat PT dapat lebih tipis dibanding pelat bertulang konvensional. Berkurangnya tebal pelat memungkinkan tinggi bangunan minimum sehingga menghemat biaya façade dan menguntungkan traffic spaces (car park)
  • Desain Balok, Kolom dan Pondasi Lebih Hemat. Berkurangnya beban mati lantai dapat berdampak pada desain kolom dan pondasi beton bertulang yang lebih ekonomis. Volume material beton, besi, dan bekisting, hingga pondasi akan ikut berkurang.
  • Bebas Lendutan. Lendutan yang tidak diinginkan sebagai akibat dari beban layan hampir dapat dihilangkan. Peluang retak akibat lendutan ikut berkurang signifikan.
  • Beton Kedap Air. Pelat PT dapat didesain crack-free sehingga dimungkinkan kedap air.
  • Pelepasan Bekisting Lebih Awal. Pelepasan bekisting yang lebih awal dan pengurangan penggunaan shoring memungkinkan siklus konstruksi dan penggunaan bekisting yang lebih cepat.
  • Penanganan Material Lebih Mudah. Berkurangnya kuantitas material beton dan tulangan menguntungkan penggunaan on-site crane. Kekuatan tendon PT kira-kira 4 kali tulangan konvensional, sehingga total tulangan dapat banyak dikurangi.

Baca Juga, Ebook Teknik Sipil

Keuntungan Pada Aspek Biaya

Keunggulan teknis dan pelaksanaan membuat PT Slab memiliki keuntungan secara biaya. Untuk membandingkan PT Slab dan beton bertulang biasa, biaya yang harus dipertimbangkan meliputi biaya material beton, tulangan, tendon PT, bekisting, dan termasuk biaya tak langsung serta peralatan. Berikut adalah tiga penelitian yang membuktikan penghematan atas PT Slab.

  1. Sebuah survey terhadap sistem lantai RC dan PT dilakukan oleh Portland Cement Association tahun 1982. Penelitian dilakukan dgn cara membandingkan suatu pelat lantai yang semula didesain dengan metode biasa dengan metode PT Slab dengan dua variasi desain. Hasilnya terlihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Perbandingan Biaya Sistem Lantai RC dan PT (Gupta & Watry, 2012)
PT31.png
Terlihat bahwa aplikasi PT Slab dapat memberikan cost reduction sebesar 13,8 – 23,1%

  1. Penelitian ke-2 menunjukkan Pelat PT dapat dianggap memiliki cost-effective yang cukup ketika bentangnya melebihi 7,0 meter.PT41
  2. Penelitian ke-3 merupakan suatu studi kasus di mana kontraktor melakukan VE yang mengubah desain lantai awal menjadi PT Slab pada proyek Legend Plaza, Dubai. Adapun disain asli berupa Hordy Slab System dengan tebal 380 mm dan dengan boundary beams. Desain ini diubah menjadi PT flat slab dua arah tebal 220 mm tanpa boundary beams. Keuntungan VE ini totalnya lebih dari $ 1 juta yang berupa :
  • Pengurangan volume tulangan 70%, beton 13%, dan bekisting hingga 25%
  • Siklus per lantai yang lebih cepat dan kemudahan instalasi akibat hilangnya balok memberikan keuntungan waktu penyelesaian yang lebih cepat hampir tiga bulan
  • Waktu pelaksanaan yang lebih cepat memberikan keuntungan tambahan atas overhead dan peralatan serta plant sekitar 15%

Beberapa hasil penelitian dan kondisi di atas dapat disimpulkan bahwa aplikasi PT Slab dapat memberikan cost reduction yang signifikan apabila dilakukan pada bentang cukup panjang dan juga dilakukan perubahan sistem pelat menjadi flat-slab system. Penghematan total diperkirakan sebesar 5% – 15% atas keseluruhan biaya proyek.

One thought on “Apa itu Post-Tensioning Slab ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *