Perencanaan Daerah Irigasi

Perencanaan Daerah Irigasi

Irigasi

Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan perkebunan.  Sejak jaman dahulu manusia sudah memulai untuk memakai dan mengembangkan sistem irigasi, agar dapat mempermudah dalam pengairan lahan perkebunan mereka. tujuan irigasi adalah mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan lengas tanah tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman bisa tumbuh secara normal.

Jaringan irigasi terdiri dari petak-petak tersier, sekunder dan primer yang berlainan antara saluran pembawa dan saluran pembuang terdapat juga bangunan utama, bangunan pelengkap, yang dilengkapi keterangan nama luas dan debit. Petak irigasi adalah petak tanah yang memperoleh air irigasi. Sedangkan kumpulan petak irigasi yang merupakan satu kesatuan yang mendapat air irigasi melalui saluran tersier yang sama disebut petak tersier. Petak tersier menduduki menduduki fungsi sentral, luasnya sekitar 50-100 Ha, kadang-kadang sampai 150 Ha

Berikut Langkah-langkah melakukan perencanaan daerah irigasi:

1. Gambar Daerah Rencana

Sistem jaringan irigasi yang akan direncanakan digambar terlebih dahulu. Hal penting dalam penggambaran adalah pengetahuan tentang peta. Dalam peta tergambar garis kontur daerah ini. Dari garis kontur terlihat bahwa topografi daerah tidak terlalu datar. Pada beberapa daerah terdapat cekungan-cekungan  dan bukit-bukit. Pada peta ini terdapat sungai besar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air pada daerah irigasi. Daerah tepi sungai adalah daerah yang potensial untuk daerah persawahan sehingga darah ini sebagian besar digunakan untuk petak tersier.

2. Lay Out Jaringan Irigasi

Lay Out jaringan irigasi adalah suatu cara yang membedakan bagian-bagian yang terdapat dalam irigasi bentuknya serupa Lay Out Map. Lay Out Map berisi skema jaringan irigasi. Selain saluran pembawa, pada daerah irigasi harus terdapat saluran pembuang.

BACA JUGA, Sejarah Jalan Raya

Saluran pembuang dibuat untuk menampung buangan (kelebihan) air dari petak sawah. Sistem pembuangan ini disebut sistem drainase. Tujuan sistem  drainase adalah mengeringkan sawah, membuang kelebihan air hujan, dan membuang kelebihan air irigasi. Saluran pembuangan di buat di lembah kontur.

Tata warna peta adalah :

  • Biru untuk jaringan irigasi
  • Merah untuk jaringan pembuang
  • Cokelat untuk jaringan jalan
  • Kuning untuk daerah yang tidak dialiri
  • Hijau untuk perbatasan Kabupaten, Kecamatan, desa dan kampung
  • Merah untuk tata nama bangunan
  • Hitam untuk jalan kereta api

Standarisasi jaringan ukuran gravitasi :

  1. Ukuran petak tersier 50 – 100 Ha
  2. Ukuran petak kuartier adalah 8 – 15 Ha
  3. Panjang saluran tersier adalah 1500 km
  4. Panjang saluran kuartier adalah 500 km
  5. Jarak saluran kuartier ke pembangan adalah 300 km

Batas-batas untuk perencanaan lahan untuk daerah irigasi

1.Batas alam

  • Topografi (puncak gunung)
  • Sungai
  • Lembah

2. Batas Administrasi

  • Garis kontur dengan interval
  • Batas petak yang akan dicat
  • Tata guna tanah, saluran pembuang dan jalan yang sudah ada serta bangunannya
  • Tata guna tanah administratif

3. Skema Sistem Jaringan Irigasi

Skema jaringan irigasi merupakan penyederhanaan dari tata letak jaringan irigasi yang menunjukkan letak bangunan irigasi yang penting. Skema jaringan irigasi mempertimbangkan hal sebagai berikut :

  • Saluarn primer, sekunder dan bangunan sadap menuju saluran tersier digambar terlebih dahulu dengan lambang sesuai ketentuan.
  • Tiap ruas saluran diantara saluran menunjukkan luas daerah yang diairi. Panjang saluran disesuaikan dengan panjang sesungguhnya dan kapasitasnya.
  • Tiap bangunan sadap diberi nama bangunan, luas, kapasitas bangunan serta saluran yang akan diari.
  • Lokasi dan nama pembendung air ditulis.
  • Arah aliran sungai ditunjukkan.
  • Ditulis juga nama bangunan pelengkap serta bangunan kontrol lainnya.

4. Ukuran Petak Tersier dan Kuarter

Ukuran optimum suatu petak tersier adalah 50-100 ha. Ukuran ini dapat ditambah sehingga 15 ha, jika keadaan topogrfi memaksa. Di petak tersier yang berukuran kecil, efisiensi irigasi akan lebih tinggi karena :

  • Diperlukan titik pembagi yang lebih
  • Saluran-saluran yang lebih pendek menyebabkan kehilangan air yang kecil
  • Lebih sedikit petani yang terlibat kerja sama lebih baik
  • Pengaturan air yang lebih baik sesuai dengan kondisi tanaman
  • Perencanaan lebih fleksibel sehubungan dengan batas-batas desa

Kriteria umum untuk pengembangan petak tersier :
Ukuran petak tersier                                                       : 5-100 hektar
Ukuran petak kuarter                                                     : 8-15 hektar
Panjang saluran tersier                                                  : 1500 meter
Panjang saluarn kuarter                                                : 500 meter
Jarak antara saluran kuarter dan pembuang            : 300 meter

One thought on “Perencanaan Daerah Irigasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *